Pemimpin Palsu

Senin, 04 Maret 2013



Pemimpin Palsu
Barangkali ini adalah lembaran hitam untuk histori beberapa pemimpin Islam di indonesia. Saat mereka kehilangan syaja’ah ( keberanian ) menegaskan dirinya sebagai seorang mukmin serta muslim dengan terang ( jahr ) di depan umum.

Mereka ramai-ramai menyembunyikan indentitasnya sebagai mukmin serta muslim. Mereka tidak cuma malu, namun mereka dihinggapi rasa takut, serta tak adanya syaja’ah. Hingga umat jadi sangsi serta ragu pada mereka. Siapa sejatinya mereka ini ?

Mereka tidak cuma berpirau, saat semestinya menegaskan jati dirinya, namun mereka melepas seluruh keterkaitannya dengan Islam. Seakan mereka bukan hanya seorang mukmin, muslim, serta pemimpin Islam. Mereka betul-betul menyembunyikan jati dirinya, identitasnya, serta semua keterkaitannya dengan Islam.

Beberapa pemimin serta tokoh Islam itu, lebih suka serta bangga, apabila dirinya dikenal atau difahami oleh khalayak sebagai tokoh atau pemimpin yang sekalipun tidak mempunyai keterikatan dengan Islam. Mereka lebih suka apabila dikatakan sebagai tokoh yang tasamuh ( toleran ) atau sebagai pemimpin nasionalis, pluralis, demokratis, serta liberalis.

Beberapa pemimpin serta tokoh Islam itu, mereka amat takut apabila dirinya dicap atau diberi lebel sebagai “ushulliyyun”( fundamentalis ). Dikarenakan dengan lebelling layaknya itu, menyebabkan tidak bisa diterimanya mereka oleh beragam kelompok umur. Apalagi, ada seorang pemimpin serta tokoh yang menyebutkan “baju Islam” sebagai “baju yang sempit”, dikarenakan itu ditinggalkannya semua yang mempunyai konotasi dengan Islam.

Beberapa pemimpin serta tokoh Islam itu, kerap bikin pernyataan yang menampik serta menentang nilai-nilai Islam, sebagai sistem kehidupan yang berbentuk asas dengan terang-terangan. Mereka menentukan sistem serta hukum kufur buatan manusia. Kelihatannya mereka tidak dulu mengetahui Islam. Mereka dengan terbuka menafikan prinsip-prinsip ( mabda’ ) Islami. Memuji serta mengagungkan hukum serta prinsip-prinsip buatan manusia yang berbentuk kufur serta bathil.

Beberapa pemimpin serta tokoh Islam itu, mereka tidak berani lagi lakukan nahi munkar. Membiarkan kemunkaran jalan di mana-mana. Dikarenakan mereka menampik syariah Islam, serta cuma merujuk hukum serta aturan buatan manusia, yang terang-terangan memberontak pada hukum yang diciptakan Allah azza wa jalla.

Hilangnya panutan serta tauladan dari beberapa pemimpin serta tokoh Islam, yang betul-betul komit serta berdasar teguh pada asas serta prinsip-prinsip ( mabda’ ) Islam, menyebabkan makin jauhnya umat dari Islam. Umat Islam layaknya anak ayam yang kehilangan induk semangnya.

Pemimpin serta tokoh Islam yang semula dikira lurus, serta mempunyai syaja’ah saat membela serta menegakkan Islam serta lakukan amar ma’ruf nahi munkar, tiba-tiba beralih sikap serta jadi “anshorut thogut”, bukan hanya jadi pembela diennullah ( agama Allah ), namun jadi pembela kemunkaran serta kebathilan, dan menjauhi hukum-hukum serta aturan Allah rabbul ‘alamin.

Walau sebenarnya, Islam yaitu dien yang diwahyukan oleh Allah ta’ala pada beberapa utusan-nya yang tak ada campur tangan sedikitpun dari manusia. Ia tegak diatas ajaran tauhid murni, maka Islam adalah dien yang lurus serta bersih dari kebathilan serta kekurangan.

Beberapa rasul diutus pada umat manusia oleh Allah ta’ala, cuma memiliki dua misi yang agung, yakni mengajak seluruh manusia beribadah semata pada Allah rabbul ‘alamin, serta menjauhi thogut. Konsekwensi beribadah pada Allah ta’ala semata, maka dengan aksiomatik dapat menjauhi thogut.

Hari ini kita melihat banyaknya pemimpin serta tokoh Islam palsu. Mereka mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin serta tokoh umat, namun di segi yang lain, mereka justru berikan wala’nya ( kesetiaan ) pada musuh-musuh Allah, pada thogut, serta menampik semua keagungan serta kemahakuasaan Allah, dan hukum-hukum-nya.

Mereka berlindung, menghendaki pertolongan, serta menghendaki rezeki pada thogut. Dikarenakan itu, mereka tidak mempunyai kemuliaan sedikitpun dihadapan manusia, serta dihadapan Allah rabbul ‘alamin. Mereka tidak mempunyai izzah, serta jadi amat hina dihadapan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam dicabut rasa takutnya, serta rasa takut itu ditimpakan pada beberapa pemimpin serta tokoh Islam.

Bukti histori hingga hari ini, tunjukkan bahwa sejak manusia hidup dibawah sistem buatan manusia, layaknya kapitalis, sosialis, komunis, liberalis, serta yang lain, mereka tidak henti-hentinya ditimpa kemalangan, kesengsaraan, kenestapaan, dan penderitaan. Mereka menganggap sistem serta nilai buatan manusia itu bisa membahagiakan mereka, namun justru menghancurkan kehidupan mereka.

Beberapa pemimpin serta tokoh Islam, semestinya mengerti situasi saat ini ini dengan global. Dimana seluruh ideologi serta sistem yang ada sudah gagal, serta tak akan berpikir perihal ideologi ciptaan manusia, yang nyata-nyata bathil, syirik, serta meninggalkannya. Dan tak perlu lagi takut menyebutkan komitmennya serta ketundukkan pada nilai-nilai serta prinsip ( mabda’ ) Islam.

Firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ  [محمد/7]
“wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa yang membantu agama Allah, tentu Allah dapat menolongnya, serta dapat mengokohkan kedudukannya di muka bumi”.

Lantas, keharusan tiap-tiap pemimpin, tokoh, serta orang-orang mukmin, hanya membela agama Allah, serta tentu Allah dapat membela mereka. Bukan hanya justru takut serta malu, atau telah tak ada lagi jiwa syaja’ah, saat Allah azza wa jalla berikan kesenangan berbentuk kekuasaan, lantas menjauh dari dienullah.

Keharusan orang-orang mukmin serta muslim, saat menjumpai beberapa pemimin serta tokoh Islam palsu, maka jauhi serta tinggalkanlah, janganlah lagi pedulikan ucapan serta seruannya. Dikarenakan cuma dapat membawa kemudharatan belaka.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger