Anas Lenserkan SBY??

Senin, 04 Maret 2013



 Apa Anas Bisa Lengserkan SBY

Soekarno lengser dikudeta, serta dituduh terlibat dala pemberontakan PKI. Soeharto lengser oleh pemberontakan beberapa mahasiswa, serta beberapa pendukungnya jadi brutus ( berkhianat ). Abdurrahman Wahid dilengserkan oleh gerakan rakyat, serta lantas dijatuhkan oleh mosi dari DPR akibat skandal Bruneigate.

Lantas, bagaimana nasib SBY, setelah Anas Urbaningrum jadi tersangka ? Adakah Anas sebagai orang ke-2 didalam partai Demokrat, hingga telunjuknya menuding pada presiden SBY. Anas dengan amat jelas, di depan beberapa wartawan, bahwa masalahnya baru jadi halaman pertama, serta dapat di buka halaman-halaman selanjutnya, serta tentu efeknya dapat jadi tsunami politik di Indonesia.

Anas dengan amat berani menghadapkan dirinya vis-vis ( berhadap-hadapan ) dengan presiden SBY, mungkin ini tidak dulu diprediksi pada mulanya. Sikap bekas ketua umum HMI, yang segera menghadapkan telunjuknya pada presiden SBY, nyaris sepanjang sepekan ini, menyebabkan perbincangan yang amat luas di kelompok umur penduduk luas.

Bekas ketua umum partai Demokrat ini, bikin Cikeas panas dingin, dikarenakan tentu anas banyak menaruh segudang misteri yang sepanjang ini terselimuti kabut tidak tipis, serta banyak yang belum diketahui oleh publik. Anas Urbaningrum, sebagai ketua umum parti demokrat serta wakil ketua dewan pembina di partai demokrat, tentu dapat banyak info yang dimilikinya yang dapat jadi pembuka tabir seluruh kabut yang ada sepanjang ini.

Momen pelengseran anas diawali dengan dugaan keterlibatannya didalam masalah hambalang, serta bikin anas jadi tersangka. Namun, anas didalam konferensi persnya, serta dengan amat jelas, ada skenario besar yang memanglah mempunyai tujuan melengserkan Anas. Apalagi, Anas menarik flashback yang jauh ke belakang atakan, bahwa terpilihnya sebagai ketua umum partai demokrat, dimisalkan layaknya kelahiran bayi yang tidak dikehendaki.

Anas mengatakan pelengserannya sebagai operasi senyap, serta ini sebagai langkah strategis menyambut penyusunan daftar calon terus bagian DPR partai demokrat. Ada unsur-unsur didalam partai demokrat yang tidak inginkan Anas dominan saat menyusun daftar calon bagian DPR partai demokrat, serta berimplikasi pada peta politik didalam demokrat di periode mendatang, terutama di DPR.

Namun, pasti yang sangat beresiko dengan politik, terutama pada posisi presiden SBY, serta cikeas, pada saat yang diungkapkan oleh Anas Urbaningrum, atas tuduhan pada dirinya ada dugaan korupsi, serta lantas menjalar pada cikeas. Dikarenakan, telah mulai diungkapkan oleh sebanyak kelompok umur yang mulai buka perihal sebanyak masalah, yang mengatakan aliran dana itu, hingga ke fihak keluarga cikeas.

Bila saat ini ini telunjuk SBY dapat mengarah pada Anas urbaningrum serta gunakan KPK, lantas menyeret Anas jadi tersangka, bagaimana kemungkinannya, bila Anas kelak melakukan tindakan open pada dugaan korupsi yang saat ini menyeretnya, serta setelah itu juga mengarah pada Cikeas ?

Dikarenakan ada banyak problem yang sepanjang ini, tetap jadi teka-teki dikalangan publik, layaknya problem korupsi di KPU, problem Bank Century, Hambalang, serta sebanyak problem korupsi yang lain, yang segera mencukupi halaman-halaman selanjutnya di media. Ini seluruh dapat memastikan nasib pemerintahan SBY. Apakah tetap bisa bertahan sampai th. 2014 ?

Anas Urbaningrum yang bekas ketua umum hmi, memperoleh dukungan yang amat luas, supaya Anas mengungkap seluruh borok-borok yang sepanjang ini ditutupi, serta dianggap menyentuh fihak Cikeas. Apalagi, George Aditjondro lalu dulu membongkar perihal kerajaan cikeas, serta menyebabkan kontroversi yang amat luas.

Kita pasti menginginkan Anas bukan sekedar berani di depan media massa, yang menegaskan dapat buka halaman untuk halaman, terlebih berkenaan dengan korupsi di Indonesia.

Siapa saja yang lakukan korupsi mesti ditindak cocok dengan hukum yang berlaku. Terhitung bila korupsi itu menyentuh fihak Cikeas, tidak dilewatkan, serta mesti diusut serta memperoleh keadilan menurut hukum yang beralaku di Indonesia.

Lantas tidak cuma Anas Urbaningrum yang perlu jadi pesakitan. Sesaat yang lain terus tidak tersentuh. Seluruh warga negara sebaiknya didalam posisi yang equality ( sejajar ) di depan hukum, tak ada diskriminasi.

Siapa saja yang lakukan pelanggaran hukum, serta lakukan tindak pidana korupsi mesti diadili. Tidak dilewatkan. Dikarenakan ini cuma dapat bikin preseden yang jelek untuk penegakkan hukum di Indonesia. Wallahualam
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger